Tuesday, March 1, 2011

.::.Keajaiban Alam


Kita lihat video dibawah ini, aku amik dari you tube. Para saintis, mereka menemui sebuah sungai yang mengalir di dasar lautan SubhanAllah. Inilah salah satu keajaiban ciptaannya.






Lihat gambar kat bawah ni...mungkin lebih jelas.





"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53) 

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. 

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, 
seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. 
Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering 
diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. "Ertinya: "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus." Kemudian dibacakan 
surat Al Furqan ayat 53 di atas. 

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" ertinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur'an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam. 

Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico . Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 
60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun-daunan.






Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai... luar biasa bukan? Lihatlah betapa
hebatnya ciptaan Allah SWT.

                                      p/s : copy dari emel forward Mahligai Group

Kejadian Alam

Apakah alam semulajadi? Alam semulajadi merupakan persekitaran yang telah terbentuk secara semulajadi seperti tumbuh-tumbuhan, haiwan, sungai, gunung-ganang, pantai dan pulau. 

Kejadian alam ini, tiada siapa boleh menciptanya kecuali Allah S.W.T. Walau sehebat mana pun engkau di atas bumi Allah ini, Dia yang berkuasa atas segalanya. Kita adalah penghuni di atas muka bumi ini, haruslah menghormati, menjaga, setiap kehidupan di sekeliling kita. Bukan setakat hubungan kita sesama manusia, hubungan kita dengan Allah akan tetapi hubungan dengan alam juga penting, bukan sebab apa...kita yang menghuni di bumi perlu menjaganya dengan baik. 

Dalam ayat Al-Quran, Allah S.W.T berfirman yang bermaksud:

“Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai 
bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asalnya mula
bercantum (sebagai benda yang satu) lalu Kami pisahkan antara
keduanya..? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang
hidup..?Maka mengapa mereka tidak mahu beriman. Dan Kami telah
menjadikan di bumi gunung-ganang yang mantapnya, supaya bumi
itu tidak menggegar mereka,dan Kami jadikan padanya celah-celah
sebagai jalan-jalan lalu lalang, supaya mereka dapat sampai kepada
mencapai keperluan rohani dan jasmani. Dan Kami jadikan langit
sebagai bumbung yang terpelihara dan terkawal. Sedang mereka
(yang kafir itu) berpaling tidak memerhatikan tanda-tanda
(kekuasaan Kami) yang ada padanya.”
                                                                                              (Al-Anbiya’:30-32)